indonesiaku…
kenapa terus menangis? siapakah yang mencubit-mu? sudahlah, berhenti saja, berhentilah menangis, tersenyumlah! lihatlah keelokanmu dan terseyumlah, dan tertawalah dalam kebesaran namamu yang indah wahai zamrud khatulistiwa.
akhirnya
kulepaskan dia untukmu ad, dan juga untuk diriku
dimanakah Dia?
berhenti sejenak, apakah ‘tuk menarik nafas? apakah ‘tuk melihat kebelakang? tapi aku harus berhenti sejenak! setelah menarik nafas, apakah aku lebih bertenaga? lebih lega? apakah setelah melihat kebelakang, apkah aku sudah tertinggal? apakah aku salah dalam arah? adakah jejak kakiku dibelakang? atau seharusnya aku tidak berhenti? sewaktu aku berjalan, mungkin berlari, selentingan aku mendengar Dia akan meninggalkan petunjuk yang tersirat, bahkan tersurat. tapi aku tidak menemukan semua itu. apa aku yang tidak melihat? tidak berpikir? tidak merasakan? atau mungkin aku yang sangat bodoh. sejahat itukah Dia, sebegitu lupakah Dia, membuatku bodoh dalam sekian banyak yang Dia ciptakan. ada yang pasti aku tahu dan harus aku lakukan, teruskan langkah ini! seret langkah kedua kaki ini, dan cambukkan kesedihan dan ketidak-nyamanan serta ketidak-amanan ini. hanya satu yang aku dapat pastikan, aku akan melewati garis batas akhir! tapi sebelum aku menapak sampai garis batas itu, aku harus menjawab darimana aku mulai langkah ini, aku harus mengingatnya. bagaimana aku harus manapak, apakah harus berlari? jalan? atau merangkak? wahai masa, dimanakah Dia? karena aku tahu, mungkin engkau yang lebih lama bersamaNya. kalau engkau, wahai masa, tidak mau menunjukkan Dia dimana, cukup temani aku dalam langkahku, mungkin Dia yang akan mendatangi aku. Sebaiknya aku teruskan dengan berjalan saja, menikmati apa yang telah Kau ciptakan untukku. jangan lupa untuk mengunjungiku
i0u
entah sejak kapan, aku memanggilnya dengan ad
entah sejak kapan, canggung rasanya bila tidak memanggil ad
tapi, kadang aku dapat membahasakan kamu
bila marah membludak
entah sejak kapan, ad bemain dalam anganku
entah sejak kapan, sayang ini buncah
bila dan bila anganku bermain dengan ad
dalam tangga waktu, tak berdaya terseret alunan akan dirimu
inginku bermain dalam bayangmu
inginku bercanda dalam sang masa bersamamu
inginku rebahkan diri ini dalam dekap hasrat dan damaimu
sepanjang ayunan sang penggerak jaman
indonesia…oh indonesia
saat ini, media buat banyak orang (elektronik pa cetak) pada sibuk nge-ekspos kriminal, demo dan kebangkitan nasioanal yg katanya sudah se-abad tu. dan seperti biasa, media yang ada di indonesia tu pada ngekorin smua britanya (ga da yang orisinil). pa bener kita yang katanya bangsa indonesia sudah bangkit secara nasional selama se-abad? sudahlah lupain aja ngomongin kebangkitan bangsa indonesia tu.
sy tertarik dengan kata “bangsa”, yang artinya menurut wikipedia mengharuskan punya identitas bersama ditambah bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah yang sama juga. dari pengertian bangsa ala wikipedia, sepertinya entitas yang disebutkan tidak boleh memiliki keberagaman. dan sy percaya, umumnya yang tinggal di bumi indonesia ini tau dan mungkin paham dengan semboyan “BHINEKA TUNGGAL IKA” yang rasanya sedikit bertentangan dengan dalil bangsa dalam hal ini sy contohkan katanya punya agama yang sama. trus kenyataannya agama yang diakui oleh pengelola negara sudah lebih dari 5. sy berpikir, mungkin lebih baik meluaskan pengertian bangsa seperti kumpulan entitas yang memiliki kepentingan yang sama dimana entitas ini adalah semua yang ada dalam batas wilayah tertentu, dalam hal ini adalah batas wilayah indonesia.
cat: lebih lanjut akan sy koreksi
-
Archives
- May 2008 (5)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS